Bahagiya Bagian 1
Ctrlxf8 - 13/10/2021, Hay aku baru belajar ngebahagiyain diri sendiri, belum tau caranya. Apa yang ingin aku lakuin tak laku aja yang sudah di fikir matang sebelum beranjak.
Awalnya diri ku terasa banyak beban dan otak banyak benget fikiran. Itu sangat menggangu otak berfikir mata dan beranjak kaki, pokonya tuh terasa males dan membosankan.
Akhirnya aku bertanya pada diri ku sendiri
Ada apa ?
Kenapa ?
Tetap gak ada jawabnya, akhirnya kudatangi tempat - tempat favorite. Tetap tidak ada hasilnya tetap terasa gundah binggung, ada apa ini ?
Setelah itu aku bicara sama diri sendiri, apa aku harus keluar rumah menuju tempat - tempat baru pokoknya hal - hal baru. Hasilnya baru 10% tak apa lah, sudah mending.
Mulai minggu - minggu ini aku mencoba berpergian sendiri ke tempat - tempat baru juga dengan cara baru seperti orang - orang treveling gitu pokoknya. Kemana pun aku jalan mencoba pede dan harus bersifat puas dengan diri sendiri, dengan tampilan seadanya karena tujuanya mencoba hal baru agar tau tentang diri sendiri.
Hal ini terjadi mungkin karena di mana pun tempat dan bertemu sama orang - orang entah itu sahabt, tetang dll pasti pembahasanya keburukan dan kebaikan orang. Model manusia sekarang tuh grup grup gitu deh, kalau udah kayak gitu aku dah males mau dengerin ceritanya. Paling yang di bahasa cuma kayak gitu tadi, makanya aku pengen cari hal baru dan cara diri diri sendiri.
Sekarang aku mulai mengurangi berbica, lebih banyak mendengarkan. Denga alasan agar tidak pertanyaan - pertanya yang harus di jawab pokoknya tuh membosankan kalau ada pertanya.
Sekarang sih condong ada masalah mencoba di selesaikan semaksimal mungkin, no curhat - curhat gutu deh.
Konyol tapi nyata
Kenapa sekarng orang - orang selalu membahas buruknya orang lain, padahal diri kita aja juga buruk malah lebih buruk dari orang yang di bicarakan.
Sudah dulu ya cerita ku, mumgkin hari ini segitu dulu aja.
Lain waktu lagi. tetap senyum dan bahagiya.
Posting Komentar untuk "Bahagiya Bagian 1"